Selayang pandang

logo mipdevp

Selamat datang..
Salam hangat dari kami. Mipdevp adalah organisasi yang terbentuk saat kami menempuh study di salah satu perguruan tinggi negeri, dari sebuah project maka terbentuk kami mipdevp. Mipdevp melayani semua kebutuhan, baik software, desain, percetakan dan multimedia. Kami memang baru mulai, tapi kami sudah berpengalaman kok kalo soal branding, soal buat webiste dll.

Masih gak percaya, bisa deh hubungi kami dan tanya-tanya sepuasanya tanpa ada jarak di antara kita, eaaa.
Link kontak ada paling bawah yak. Jangan malu untuk tanya, karena GRATIS!!! hehe.


Salam dari mimin..

Investment Project

A. Deskripsi Proyek

Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) merupakan sebuah proyek investasi yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung yang dilatarbelakangi oleh munculnya masalah-masalah yang mengganggu mekanisme pembangunan secara berkelanjutan di Kota Bandar Lampung. Salah satu penyebabnya adalah sampah, sampai saat ini solusi untuk mengatasi masalah sampah masih belum terpecahkan baik oleh Pemerintah Kota/Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Lampung. Berdasarkan data dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) TPA Bakung volume rata-rata timbunan sampah harian Kota Bandar Lampung (2016) sebesar 797,35 ton/hari dan meningkat sebesar 5,87 persen menjadi 844,2 ton/hari di tahun 2017. Volume sampah ini akan terus mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat di Kota Bandar Lampung. Dengan demikian, Pemerintah Kota Bandar Lampung berinisiatif untuk mengelola sampah-sampah tersebut menjadi sebuah energi yang dapat dimanfaatkan oleh masayrakat sekitar yaitu listrik. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung terletak pada koordinat 5˚25’55” – 5˚27’10’’ LS dan 105˚13’10” – 105˚14’45’’ BT di Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat dan merupakan satu-satunya fasilitas pemrosesan akhir sampah di Kota Bandar Lampung. TPA ini pertama kali dibuka pada tahun 1995 dan memiliki luas lahan 14,1 Ha dengan status hak milik Pemerintah Kota Bandar Lampung. Lokasi ini telah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Kota Bandar Lampung. Topografi kawasan perbukitan TPA di dominasi oleh kawasan perbukitan dengan ketinggan antara 41 – 78 mdpl. Selain itu, TPA Bakung terletak di sebelah barat dari pusat kota.

B. Keunggulan

  1. Mendukung pembangunan Kota Bandar Lampung secara berkelanjutan
    (sustaimable city);
  2. Mengolah sampah menjadi sebuah energi (waste energy) yaitu listrik yang dapat
    dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat di Kota Bandar Lampung;
  3. Mengurangi volume sampah yang ada di TPA Bakung sehingga TPA dapat
    dimanfaatkan kembali secara maksimal;
  4. Mengurangi dan mencegah bencana lain yang ditimbulkan oleh sampah di TPA
    seperti kebakaran, longsor, atau pencemaran udara akibat lindi;
  5. Menambah supply energi baru terbarukan yang mampu meningkatkan ketahanan
    energi di Kota Bandar Lampung;
  6. Menambah lapangan pekerjaan;
  7. Mendukung pengembangan teknologi di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.

C. Perkiraan Nilai Investasi

  1. Penawaran Investasi
  • Maksimum lahan yang dapat digunakan investor 8 Ha;
  • Jumlah minimum sampah yang diolah 506,52 ton/hari sampah organik baru, belum termasuk 1,7 juta ton sampah lama yang telah ada di TPA Bakung;
  • Hasil olahan sampah adalah listrik dengan kapasitas minimum 9 Mw dengan dilengkapi sistem transmisi tegangan menengah yaitu 20 Kv;
  • Membangun fasilitas lainnya guna mendukung Operasional Infrastruktur Pengolahan Sampah termasuk pengolahan air lindi, pengolahan abu, dan penyediaan air minum;
  • Untuk membangun power plant PLTSa TPA Bakung dengan kapasitas 11,0453 Mw maka diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar 460,59 Milyar.